Minggu, 05 Februari 2017

Objek Wisata Yang Cocok Untuk Dikunjungi Selama Di Kota Semarang

Objek Wisata Yang Cocok Untuk Dikunjungi Selama Di Kota Semarang

Bagi sebagian orang yang berkerja sebagai pegawai swasta di Jakarta seperti ane, akhir pekan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Selain untuk berbagi waktu dengan keluarga di rumah, mencari suasana baru atau liburan ke luar kota merupakan salah satu cara untuk menyegarkan pikiran. Namun, agar dapat memaksimalkan liburan akhir pekan tetapi ingin ke luar kota dengan biaya yang terjangkau, maka tidak ada salahnya untuk mengunjungi Kota Semarang.
Walaupun ini adalah pengalaman liburan sederhana ane pada tahun 2014, barangkali informasi beberapa objek wisata yang ingin dikunjungi selama liburan akhir pekan di Kota Semarang dapat bermanfaat.


Persebaran Objek Wisata Khas Kota Semarang (Via Google My Maps)

1. Stasiun Semarang Poncol

Jika kita liburan ke semarang dengan cara ala ransel atau yang sedikit hemat, maka gunakanlah kereta api ekonomi. Apabila kita berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta, maka kereta api yang paling tepat adalah menggunakan Kereta Tawang Jaya dan akan berakhir di Stasiun Semarang Poncol. Walaupun menggunakan kereta ekonomi dan turun di Stasiun Semarang Poncol, namun stasiun ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan Stasiun Semarang Tawang. Yaitu jarak yang paling dekat dengan pusat Kota Semarang.

2. Gereja Blenduk & Kota Lama

Bagi yang menyukai sejarah, di Kota Semarang memiliki banyak bangunan bersejarah yang menjadi salah satu tujuan wisata, dan salah satunya adalah kawasan Kota Lama. Di kawasan ini hampir menyerupai dengan Kota Tua yang ada di Jakarta, namun menurut ane kawasan ini lebih luas dan bangunan tua tempo dulu lebih banyak. Sehingga tidak perlu heran, apabila selama di Kota Lama akan banyak pengunjung yang sekedar berfoto-foto diarea sini.

Kawasan Kota Lama Semarang
Sisi Lain Kawasan Kota Lama Semarang
Selain itu juga, di kawasan Kota Lama ini terdapat salah satu bangunan yang sangat bersejarah yaitu Gereja Blenduk atau GPIN Immanuel. Gereja ini sudah dibangun dari zaman penjajahan Belanda, atau sekitar tahun 1753. Sehingga gereja ini merupakan gereja kristen tertua yang ada di Jawa Tengah.

Di Depan Gereja Blenduk
Untuk masalah nama Blenduk sendiri diambil dari julukan warga setempat untuk gereja ini, yang berarti Kubah.

Kubah GPIB Immanuel atau Gereja Blenduk

3. Lawang Sewu

Selain Gereja Blenduk yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan zaman penjajahan Belanda, di pusat Kota Semarang terdapat bangunan bersejarah yang menjadi icon wisata kota ini. Bangunan bersejarah tersebut adalah Lawang Sewu, yang dibangun pada tahun 1904. Dahulunya bangunan ini merupakan Kantor Jawatan Kereta Api Republik Indonesia (Kini PT KAI), namun kini Lawang Sewu dijadikan objek wisata bersejarah yang memiliki banyak pengunjung.
Tampak Depan Lawang Sewu

Nama Lawang Sewu diambil dari banyaknya pintu yang ada di bangunan bersejarah ini, sehingga bukan berarti ada seribu pintu. Untuk bagian dalam bangunan ini, terdapat beberapa benda sejarah yang dapat dijadikan ilmu pengetahuan untuk setiap pengunjung yang datang. Selain itu juga, dibagian sisi lain terdapat ruangan bawah tanah yang dahulunya (zaman penjajahan) pernah dijadikan penjara dan tempat penyiksaan.

Sekitar Halaman Lawang Sewu
 
4. Kawasan Simpang Lima

Apabila datang ke Kota Semarang saat malam minggu, cobalah datang ke Landmark nya kota ini yaitu Kawasan Simpang Lima. Walaupun hanya berupa lapangan, namun pada malam hari kawasan ini sangat meriah. Banyak aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan disini seperti bermain sepatu roda, naik sepeda lampu, atau sekedar nongkrong sembari menikmati kuliner-kuliner yang ada di Simpang Lima.

Nongkrong-nongkrong Di Simpang Lima


Menara Mesjid Baiturrahman, Dilihat Dari Simpang Lima

Selain Bakmi Jowo, ada salah satu kuliner juga yang sudah khas saat mengunjungi kawasan Simpang Lima yaitu Tahu Gimbal pak To. Tahu gimbal adalah makanan khas semarang yang berisi tahu goreng, tepung udang goreng, toge, telur, dan sayuran yang disirami sambal kacang yang khas.

Tahu Gimbal Pak To di Kawasan Simpang Lima

5. Pasar Semawis

Selain Kawasan Simpang Lima yang ramai saat malam minggu, cobalah datang ke Pasar Semawis yang lokasinya di Jalan Gang Warung dan tidak jauh dari Simpang Lima. Pasar Semawis merupakan kawasan pecinan Semarang, dengan berbagai macam kuliner yang dijajakan oleh pedagang.

Depan Gapura Pasar Semawis
Salah satu kuliner khas yang pernah ane coba selama di pasar Semawis adalah Pisang Plenet Semarang ,yang rasanya cukup enak dan harganya pun terjangkau.

Kawasan Pecinan Pasar Semawis

 6. Lumpia Gang Lombok

Saat pagi hari di Kota Semarang, tidak ada salahnya untuk coba sarapan Lumpia yang sudah terkenal dari sejak dahulu bahkan banyak yang bilang pertama di Semarang. Yaitu Lumpia Gang Lombok, yang lokasinya dekat dengan Klenteng Kak Sie. Warung yang menyajikan Lumpia Basah & Goreng khas Semarang ini, dibuka pada pukul 09.00 WIB - 17.00 WIB.

Di Warung Lumpia Gang Lombok

7. Klenteng Sam Po Kong

Apabila selesai sarapan Lumpia Gang Lombok, maka tidak ada salahnya untuk mengunjungi salah satu klenteng bersejarah yang sudah sangat terkenal di Kota Semarang. Klenteng tersebut adalah Sam Po Kong, yang merupakan sebuah petilasan dari Laksamana muslim terkenal asal Tiongkok yaitu Zheng He atau Cheng Ho.

Depan Gerbang Sam Po Kong

Berdasarkan informasi, dahulu Sam Po Kong merupakan sebuah Goa Batu Besar yang menjadi tempat berlindung Laksamana Cheng Ho dan para awak kapalnya. Namun karena bentuk arsiteknya bernuansa budaya Tiongkok, maka kini banyak orang keturunan Tiongkok yang menyebutnya sebagai Klenteng dan dijadikan tempat mereka bersembahyang (Bagi Agama Kong Hu Cu).

Sisi Lain Di Dalam Area Sam Po Kong
Masih Disekitar Sam Po Kong

8. Pagoda Avalokitesvara Atau Vihara Buddhagaya Watugong

Di Selatan Kota Semarang, terdapat sebuah pagoda dengan ketinggian 45 meter dan dijuluki sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda tersebut adalah pagoda Avalokitesvara yang masuk kedalam area Vihara Buddagaya Watugong. Lokasi Vihara ini berada persis disebelah kiri Jalan Raya Perintis Kemerdekaan yang menuju arah Ungaran. Atau juga, lokasinya persis di sebrang Kodam IV Diponegoro.
Lokasi Vihara Buddhagaya Watugong Yang Berada Di Selatan Kota Semarang

Dari pengalaman ane, untuk transportasi umum mencapai lokasi pagoda ini apabila dari Klenteng Sam Po Kong, dapat menggunakan sekali Bus Kota. 

Tampak Depan Pagoda Avalokitesvara
Area ini memang tempat ibadah agama Budha, sehingga apabila kita mengunjungi tempat ibadah ini haruslah menjaga sikap dan tidak mengganggu apabila ada yang sedang sembahyang.

Patung Dewi Kwan Im Di Depan Pagoda Avalokitesvara

Salah Satu Patung Yang Ada Di Teras Pagoda Avalokitesvara
Selain itu juga, di Vihara ini terdapat sebuah patung Budha Tidur yang jarang ada di Indonesia bahkan hanya ada beberapa saja.

Patung Budha Tidur Di Area Vihara Buddhagaya Watugong

 9. Jalan Pandanaran

Apabila selesai mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di Kota Semarang, maka cobalah untuk mengunjungi Jalan Pandanaran. Di jalan ini terdapat banyak toko yang menjajakan oleh-oleh khas Kota Semarang seperti Lumpia, Wingko Semarang, Bandeng Presto dan lain-lainnya.


-SEKIAN-

Referensi :
- https://id.wikipedia.org/wiki/GPIB_Immanuel_Semarang
- https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu
- https://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng_Sam_Po_Kong
- http://seputarsemarang.com/pagoda-buddhagaya-watugong-1792/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar