Sabtu, 11 Februari 2017

Keunikan Objek Wisata Gua Sunyaragi, Di Kota Cirebon

Keunikan Objek Wisata Gua Sunyaragi, Di Kota Cirebon

Kota Cirebon adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, yang dahulunya adalah daerah dengan pertemuan dari beberapa budaya seperti Suku Sunda, Suku Jawa, Bangsa Arab, Bangsa Tiongkok, serta para pendatang Eropa. Sehingga tidak heran, apabila dalam hal berbahasa kalau masyarakat Kota Cirebon memiliki kosakata-kosakata bahasa & dialek sendiri yaitu Bahasa Cirebon. Selain itu juga, karena Kota Cirebon dahulunya memiliki sejarah tentang Kejayaan Islam di zaman para wali, maka mayoritas objek wisata yang ditawarkan oleh kota ini adalah wisata bernuansa sejarah. Seperti Keraton Kecirebonan, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Keprabonan, Taman Sari Gua Sunyaragi, dan lain-lain. Nah kali ini ane mau berbagi sedikit info saja dari pengalaman ane beberapa tahun lalu, saat mengunjungi Taman Sari Gua Sunyaragi atau yang lebih dikenal dengan Goa Sunyaragi.
Lokasi objek wisata ini berada di pinggiran kota, atau berdekatan dengan Kabupaten Cirebon. Dan secara administrasi masuk kedalam Desa Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.



Batas Administrasi Lokasi Wisata Taman Sari Gua Sunyaragi
Saat itu ane dan yang lain memulai pemberangkatan dari sekitar Jalan Karanggetas yang berdekatan dengan Kantor Balai Kota Cirebon, menggunakan kendaraan mobil kawan ane. Karena saat itu agar memudahkan perjalanan, maka langsunglah membuka aplikasi Google Maps yang ada di Smartphone dengan koordinat 6°44'10.8"S 108°32'34.8"E. Dan kali ini ane mngambil rute perjalanan menggunakan patokan melalui Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo.

Jadi dari arah Balai Kota atau masih di Jalan Karanggetas, ane menuju ke arah Alun-alun Kota dan menemui perempatan jalan. Dari sini, kemudian mengambil belok kanan kearah Jalan Kartini hingga menemui perempatan kembali, dan langsung belok kiri kearah Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo.

Jalan Menuju Taman Sari Gua Sunyaragi (Via Google Maps)
Selama Di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, akan ditemui kembali perempatan jalan raya dan ambil belok kanan kearah Jalan Pemuda. Diujung Jalan Pemuda ini, belok kiri ke arah Jalan Raya Brigjen Darsono. Dengan jarak beberapa ratus meter saja, maka ditemuilah jalan masuk menuju Kawasan Taman Sari Gua Sunyaragi.

Dan setibanya di Taman Sari Gua Sunyaragi pada siang hari, cuacanya cukup panas dengan sinar matahari yang begitu terik. Sehingga apabila datang kesini pas siang hari, lebih disarankan jangan menggunakan pakaian serba hitam. Yah walaupun cukup panas saat itu, tapi tak apalah yang penting kewajiban mengjungi objek wisata yang paling wajib dikunjungi selama di Kota Cirebon sudah terpenuhi. :)


Setibanya Di Taman Sari Gua Sunyari, Dekat Area Parkir Mobil
Sebetulnya Taman Sari Gua Sunyari ini adalah sebuah komplek bagian dari Keraton Kasepuhan yang berfungsi sebagai tempat bertapanya para pembesar keraton dan para prajuritnya untuk meningkatkan ilmu kanuragan atau ilmu untuk meningkatkan bela diri secara supranatural.

Komplek Taman Sari Gua Sunyaragi Dilihat Dari Citra Satelit (Via Google Maps)
Dahulunya komplek yang lebih dikenal dengan Goa Sunyaragi ini, berupa bangunan taman air, yang dikelilingi oleh Danau Jati. Namun, kini air yang ada di Danau Jati tersebut sudah mengering dan hanya meninggalkan jejak bersejarahanya saja. Dan dari situlah, awal mula komplek Goa Sunyaragi ini disebut sebagai Taman Sari Gua Sunyaragi.

Objek wisata bersejarah yang dibangun pada tahun 1703 M ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Pesanggrahan dan Bangunan Gua. Pada bagian Pesanggrahan tedapat serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar ibadah, yang dikelilingi oleh taman yang dilengkapi oleh kolam. Sedangkan pada bagian Bangunan Gua, terdapat gua-gua buatan yang berbentuk gunung yang dilengkapi dengan terowongan dan saluran air.


Salah Satu Saluran Air Yang Ada Di Taman Sari Gua Sunyaragi

Berdasarkan informasi yang ane dapat, bahwa goa yang ada disini berjumlah 12 goa dengan fungsi yang berbeda-beda. Dan hal yang paling unik menurut ane adalah bentukan si goa yang menyerupai batu karang. Dan ternyata memang betul kalau goa yang ada disini terbuat dari batu karang. Sedangkan inspirasi pembuatan goa dengan batu karang tersebut adalah dari Sunan Gunung Jati yang berulang kali melihat istana dengan bentuk tidak beraturan.

Disisi Lain Goa Sunyaragi Yang Terbuat Dari Batu Karang
Dilihat dari berbagai sisi, komplek Taman Sari Goa Sunyaragi memiliki gaya bangunan dari perpaduan yang berbeda-beda. Seperti bergaya Hindu Indonesia, Tiongkok, Arab atau Timur Tengah, dan juga Eropa. Dan salah satu yang pas ane lihat saat itu adalah terdapatnya bangunan yang menyerupai joglo dan patung gajah. Dari hal tersebut, menunjukkan bahwa terdapatnya pengaruh gaya Hindu Indonesia pada objek wisata ini

Salah Satu Goa Yang Ada Di Taman Sari Goa Sunyaragi
Salah Satu Komplek Goa, Yang Terdapat Patung Gajah
Namun,ada hal yang membuat ane merasa ada yang kurang pas selama mengunjungi objek wisata ini. Yaitu kondisi fisik yang ada seperti bangunan dan goa, yang terlihat kurang cukup baik. Yah semoga saja buat kedepannya Pemerintah setempat akan mengembangkan objek wisata ini menjadi lebih baik, lebih bagus, lebih nyaman dan lebih menarik.

Terlepas dari hal tersebut, untuk wisata sejarah mengenai Komplek Taman Sari Goa Sunyaragi ini cukuplah menarik dan banyak cerita bersejarah didalamnya. Sehingga wajib untuk dikunjungi apabila sedang wisata ke Kota Cirebon. Terlebih lagi lokasi yang cukup kejangkau, dikarenakan dekat jalan raya (Jl. Raya Brigjen Darsono) yang mudah ditemukan.

Di Salah Satu Pintu Masuk Goa Di Taman Sari Goa Sunyaragi


-SEKIAN-


Referensi :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cirebon
- https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Sari_Gua_Sunyaragi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar